Gigi Satu Prancis dan Kebocoran Lini Belakang Argentina

Gigi Satu Prancis dan Kebocoran Lini Belakang Argentina
Jakarta, CNN Indonesia — Tendangan Marcos Rojo di menit ke-86 ke gawang Nigeria menyelamatkan timnas Argentina dari lubang jarum dan membuat mereka akan berhadapan dengan Prancis di babak 16 Besar Piala Dunia 2018.

Sementara itu, mimpi tim debutan Islandia bisa mengulangi kesuksesan mereka menembus perempat final Piala Eropa harus berakhir bersamaan dengan kekalahan 1-2 dari Kroasia. Prancis sendiri merebut puncak klasemen Grup C dengan imbang 0-0 melawan Denmark.

Berikut adalah tiga hal yang kita pelajari di Piala Dunia hari ini.



Gigi Satu Prancis dan Kebocoran Lini Belakang Argentina

Argentina Harus Meningkatkan Permainan

Argentina harus bermain ngotot dan mendapatkan kemenangan dramatis melawan Nigeria. Namun mereka sebenarnya beruntung karena kesalahan lini belakang tak berbuah lebih banyak gol.

Lionel Messi tampil ciamik di laga tersebut dan menjadi pemain Argentina ketiga yang bisa mencetak gol di tiga Piala Dunia berbeda setelah melesakkan gol indah di enit ke-14. Namun dalam jangka waktu yang lama, lini pertahanan Argentina terlalu mudah ditembus. Kegagalan Odion Ighalo untuk mencetak gol ketika pertandingan masih 1-1 pun terbukti krusial.

Keberadaan Messi memang membuat semuanya menjadi mungkin, dan Prancis harus mencari cara untuk meredam pemain bintang Barcelona tersebut ketika kedua tim bertemu di Kazan pada Sabtu.

Diego Maradona ketika menyaksikan timnas Argentina melawan Nigeria. Diego Maradona ketika menyaksikan timnas Argentina melawan Nigeria. (REUTERS/Sergio Perez)

Didier Deschamps akan dengan percaya diri menemukan taktik untuk mengeksploitasi bek-bek Argentina, serta kecepatan Kylian Mbappe serta Antoine Griezmann pun akan sukar diredam Rojo dan Nicolas Otamendi.

Penggemar-penggemar Argentina akan merayakan kehebatan Messi, gol menit-menit akhir Rojo dan juga keberanian Javier Mascherano, tapi akan tidak mengejutkan jika kemenangan lawan Nigeria ini hanya jadi solusi sementara untuk Sampaoli dan timnya.

Kroasia Punya Cadangan yang Sama Bagusnya

Tim yang disbeut Zlatko Dalic tampil mengesankan ketika membungkam Argentina 3-0, tapi mereka baru menunjukkan kekuatan dengan merebut kemenangan 2-1 atas Islandia. Pasalnya, Kroasia mengganti sembilan pemainnya dari tim yang mengalahkan Argentina.

Tendangan voli Milan Badelj membuat Kroasia unggul lebih dulu kemudian disamakan oleh penalti Gylfi Sigurdsson. Ivan Perisic kemudian membawa Kroasia berbalik merebut kemenangan.

Islandia tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah kalah 1-2 dari Kroasia.Islandia tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah kalah 1-2 dari Kroasia.(REUTERS/Grigory Dukor)

Dengan pemain-pemain seperti Badelj, bek Vedran Corluka dan gelandang Real Madrid Mateo Kovacic yang tidak mendapatkan tempat di tim inti, Kroasia punya banyak pemain pelapis yang bagus.

Semifinalis 1998 ini mungkin akan membutuhkan mereka jika ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2018. Menghadapi Denmark di babak 16 Besar, mereka akan jadi unggulan dan berpeluang besar ke perempat final untuk menghadapi Spanyol atau Rusia.

Prancis Masih di Gigi Satu

Prancis mengakhiri fase grup dengan sukses, merebut juara grup C dengan torehan tujuh poin. Di laga terakhir mereka bermain imbang tanpa gol melawan Denmark. Pertandingan itu adalah kali ketiga Prancis tak tampil trengginas meski menjadi salah satu favorit juara dan terus mengumpulkan poin.

Griezmann yang menjadi pemain tersubur di Piala Eropa 2016 ketika Prancis kalah dari Portugal di final, bahkan tak membuat satupun umpan sukses untuk rekannya di lini depan Prancis, Olivier Giroud.

Antoine Griezmann adalah penyerang tersubur di Piala Eropa 2016. Antoine Griezmann adalah penyerang tersubur di Piala Eropa 2016. (REUTERS/Carl Recine)

Sementara itu, pemain muda Barcelona Ousmane Dembele juga tidak bermain efektif sehingga diganti di babak kedua.

Namun, Prancis punya catatan bisa berlari lebih kencang jika sudah berada di fase gugur. Lima dari enam gol Griezmann di Piala Eropa juga lahir di fase tersebut.

Deschamps juga mengindikasikan demikian ketika mengatakan bahwa timya saat ini menghadapi “kompetisi berbeda” setelah “mencapai tujuan” di babak grup. (vws)

Facebook Comments

Deteksi Lampung
About Deteksi Lampung 373 Articles
Mencerdaskan dan Mencerahkan Publik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*