Kekalahan yang Jadi Bukti Kemajuan Sepak Bola Jepang

Kekalahan yang Jadi Bukti Kemajuan Sepak Bola Jepang
Jakarta, CNN Indonesia — Keisuke Honda mengatakan Jepang sudah mengantongi cetak biru pengembangan sepak bola, meski tim nasionalnya baru saja tersingkir secara dramatis kalah 2-3 dari Belgia di Piala Dunia 2018.

Jepang unggul 2-0 terlebih dahulu berkat gol Genki Haraguchi dan Takashi Inui dan terlihat akan melangkah ke perempat final pertama mereka di Piala Dunia.

Namun Belgia melawan balik dan kemudian menang berkat tendangan Naser Chadli di menit ke-94.




Sekali lagi Jepang gagal merebut kemenangan di fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya juga mereka tersingkir di 16 Besar Piala Dunia 2002 dan 2010.

Kekalahan yang Jadi Bukti Kemajuan Sepak Bola Jepang

Namun Honda (32) mengatakan kekalahan ini tidak boleh dibandingkan dengan delapan tahun lalu ketika Samurai Baru kalah lewat adu penalti dari Paraguay.

“Kala itu, 90 persen pemain tim kami bermain di Jepang dan hanya ada tiga atau empat orang yang berlaga di Eropa,” kata Honda, pemain yang dianggap salah satu yang terbaik pada generasinya.

“Saat itu kami hanya bermain umpan-umpan panjang dan tak bisa menguasai bola. Kami tak bisa membuat peluang seperti hari ini, sehingga kami tak bisa dibandingkan. Hari ini kami menunjukkan kemajuan sepak bola Jepang.”

Honda, yang main sebagai pemain cadangan, mengindikasikan dirinya akan segera mengakhiri karier di level internasional, meski ia berpeluang bermain kali ke-100 untuk negaranya.

“Saya mungkin menyelesaikan karier saya bersama tim nasional, tapi sekarang saya bahagia karena banyak pemain muda mengikuti langkah kami, dan saya pikir mereka akan membuat sejarah baru sepak bola Jepang,” kata mantan pemain AC Milan dan CSKA Moskow tersebut.

Timnas Jepang kalah 2-3 secara dramatis dari Belgia di 16 Besar Piala Dunia 2018. Timnas Jepang kalah 2-3 secara dramatis dari Belgia di 16 Besar Piala Dunia 2018. (REUTERS/Sergio Perez)

Mayoritas pemain yang dibawa ke Rusia memang bermain di Eropa, dan Honda berharap klub-klub dari benua itu akan semakin melirik para pemain Jepang.

“Kami belajar banyak dari sepak bola Spanyol. Kami memang tak punya keunggulan fisik, tapi kami memiliki teknik bermain dan kami punya gelandang yang bagus,” kata Honda yang kini bermain di Meksiko.

“Kualitas seperti ini juga ditemukan di Liga Jepang sehingga para pemainnya kini bisa berlaga di Spanyol atau Jerman.”

“Mungkin dengan pertandingan ini kami memberi pesan kepada publik Eropa bahwa mereka seharusnya merekrut lebih banyak pemain Jepang, meski bukan di level tim nasional. Saya berharap mereka sekarang akan mengambil talenta-talenta baru.”

Para pemain Jepang ketika merayakan gol ke gawang Belgia.  Para pemain Jepang ketika merayakan gol ke gawang Belgia. (REUTERS/Jorge Silva)

Tantangan selanjutnya untuk Samurai Biru adalah Piala Asia 2019 di Uni Emirat Arab.

Bek timnas Jepang, Maya Yoshida, mengakui bahwa timnya sekarang perlu menatap Piala Dunia lebih jauh lagi dan menargetkan masuk perempat final.

“Dalam hal pengembangan sepak bola kami, maka kami perlu lolos dari 16 Besar,” ujar pemain Southampton itu.

“Mungkin 10 atau 20 tahun ke depan lolos ke perempat final jadi hal biasa bagi kami.”

(vws)

Facebook Comments

Deteksi Lampung
About Deteksi Lampung 375 Articles
Mencerdaskan dan Mencerahkan Publik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*