Pelatih Timnas Swiss: Swedia Bak Kacang Yang Sulit Retak

Pelatih Timnas Swiss: Swedia Bak Kacang Yang Sulit Retak
Jakarta, CNN Indonesia — Pelatih timnas Swiss Vladimir Petkovic mengaku timnya tampil di bawah standar saat melawan Swedia yang tampil defensif di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Hal itu membuat timnya sulit mengembangkan permainan.

Tim berjuluk Schweizer Nati itu gagal melaju ke perempat final usai dikalahkan Swedia 1-0 dengan gol tunggal Emil Forsberg pada menit 66 dalam laga yang digelar di Saint Petersburg, Rusia, Selasa (3/7).

“Sekali mereka [Swedia] menciptakan gol, mereka menjadi bak kacang yang amat sangat sulit retak. Kami harusnya bisa melakukan dengan lebih baik, namun kami di bawah standar dan tak cukup baik untuk memenangkan pertandingan,” aku Petkovic, dikutip dari situs resmi FIFA.




Menurutnya, hasil ini jelas membuat semua anggota tim kecewa berat. Dia merasa timnya seharusnya bisa berbuat lebih namun Swedia menampilkan permainan bertahan yang memang jadi ciri permainan yang mereka kuasai.

Para pemain timnas Swedia merayakan kemenangan atas Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2018.Para pemain timnas Swedia merayakan kemenangan atas Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2018. (
REUTERS/Max Rossi)

Dengan kemampuan bertahan Swedia, Swiss tidak bisa mengembangkan permainan dan mendapatkan gol penyeimbang.

“Ada sesuatu yang hilang dari kami dalam laga itu. Dalam semua laga Swedia, lawan-lawannya punya waktu yang sulit untuk mengembangkan emosi dan momentum yang dibutuhkan,” ujar dia.

“Di 15 menit terakhir, kami berusaha bermain dengan emosi lebih dan ini berjalan baik. Tapi pada akhirnya ini tak cukup,” tutur Petkovic.

Gelandang timnas Swiss Granit Xhaka kecewa usai kekalahan atas Swedia.Gelandang timnas Swiss Granit Xhaka kecewa usai kekalahan atas Swedia. (
REUTERS/Henry Romero)

Swedia Bergembira

Pelatih timnas Swedia Janne Andersson merasa aneh saat para fan meneriakkan namanya di stadion usai kemenangan itu.

“Ada perasaan surealis saat berdiri di pinggir lapangan mendengar para suporter meneriakkan nama saya. Sepakbola adalah olahraga tim, dan tim [Swedia] ini melambangkannya,” aku dia.

Meski mengaku senang dengan pencapaian tim, ia tetap ingin Swedia terus mengembangkan diri dan memenangkan babak perempat final.

“Kami tak puas dengan apa yang sudah kami lakukan, kami ingin menang laga selanjutnya,” ujar Andersson.

Emil Forsberg usai mencetak gol ke gawang Swiss.Emil Forsberg usai mencetak gol ke gawang Swiss. (
REUTERS/Jason Cairnduff)

Gelandang timnas Swedia Emil Forsberg mengaku bangga dengan pencapaian tim dan dirinya yang diganjar sebagai pemain terbaik atau Man of teh Match.

“Melihat apa yang kami capai bersama hingga kini membuat saya menangis dan saya merasa sangat bangga,” ujar Forsberg.

Bintang RB Leipzig ini mengakui timnya tak banyak memberi kesempatan kepada Swiss.

Kiper timnas Swedia Robin Olse beraksi menggagalkan serangan Swiss.Kiper timnas Swedia Robin Olse beraksi menggagalkan serangan Swiss. (
REUTERS/Jason Cairnduff)

“Ini berarti banyak buat saya dan kami berhasil lagi menang dengan cara yang luar biasa. Kami tak memberi Swiss banyak kesempatan.

Pada pertandingan itu, Swiss mengontrol pertandingan dengan penguasaan bola hingga 63 persen, berbanding 37 persen milik Swedia.

Pelatih Timnas Swiss: Swedia Bak Kacang Yang Sulit Retak

Dalam bertahan, Swedia melakukan tiga tekel, sembilan blok, dan 33 clearences. Sementara, Swiss melakukan dua tekel, tiga blok, dan 15 clearences. (ptr)

Facebook Comments

Deteksi Lampung
About Deteksi Lampung 372 Articles
Mencerdaskan dan Mencerahkan Publik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*