Piala Dunia 2018: Reformasi Southgate di Sepak Bola Inggris

Piala Dunia 2018: Reformasi Southgate di Sepak Bola Inggris

TEMPO.CO, Jakarta – Pelatih Gareth Southgate membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia, sebagaimana almarhum Bobby Robson mengantarkan Three Lions ini mencapai 4 besar Piala Dunia 1990 di Italia.

Baca: Kroasia Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2018

Southgate dengan caranya sendiri sudah berhasil mensejajaarkan dengan mendiang, Bobby Robson, salah satu dari sedikit pelatih asal Inggris yang sukses di mancanegara. Robson pernah menangani Barcelona. Jose Mourinho dulu adalah salah satu asiten Robson di Barcelona, ketika pelatih asal Portugal itu merintis kariernya.

Baca: Rusia Tersingkir dari Piala Dunia 2018, Apa Kata Putin?

Adapun Southgate merinting karier di kompetisi domestik, Middlesbrough, tim Inggris U-21, dan tim senior Inggris sejak 2016.

Baca: Semifinal Piala Dunia Pertama Inggris Sejak 28 Tahun Lalu

Berbeda dengan beberapa pelatih tim nasional Inggris yang tersohor dan flamboyan, seperti Glen Hoddle dan Kevin Keegan, Southgate lebih tenang, dingin, dan santun.

Ketika Southgate mengumumkan skuadnya ke Piala Dunia 2018, tak sedikit yang pesimistis dengan mayoritas pemain muda dan minim pengalaman. Gary Lineker, mantan bintang tim nasional Inggris dan kini menjadi pengamat, sempat mengungkapkan rasa pesimistisnya. Ia menyebut saat itu, Inggris hanya punya penyerang Harry Kane yang layak diandalkan.

Southgate tidak menanggapi cercaan seperti itu dan terus berfokus bekerja untuk menyiapkan timnya. Ada rencana besar yang disiapkan pria berusia 47 tahun sejak memegang tim Inggris U-21 pada 2013-2016, yaitu menyiapkan generasi baru tim Three Lions dengan misi yang baru pula.

Dengan ketenangannya dan keengganannya melawan berbagai kritikan kepadanya di media, Southgate mewujudkan rasa nyaman yang ada dalam skuadnya.

“Mereka harus merasa cukup rileks sehingga mereka bisa bermain dan bisa menikmatinya,” kata Southgate ketika berbicara di St George Park, markas tim nasional Inggris, pada 2015.

“Itu (bergabung di tim nasional) seharusnya menjadi pengalaman hidup yang bagus buat mereka. Saya ingin mereka merangkul itu dan terbiasa dengan itu. Sebab, itulah bagian dari persiapan, membuat mereka siap untuk para senior,” Southgate melanjutkan.

Harry Kane, yang sekarang menjadi kapten Inggris dan memimpin dalam peringkat pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2018 ini, disiapkan Southgate sejak Piala Eropa U-21 2015 di Olomouc, Republik Cek. Mereka saat itu sudah mengalahkan Swedia 1-0 pada fase grup dengan gol yang dicetak Jesse Lingard.

Inggris U-21 tersisih pada Euro U-21 2015. Tapi, para pemain seperti Harry Kane dan Jesse Lingard serta mantan pemain U-21 itulah yang dibawa Southgate buat mengalahkan Swedia 2-0 pada perempat final Piala Dunia 2018, Sabtu lalu. 

Baca: Inggris lolos ke semi final, kalahkan Swedia 2-0 

Kiprah pelatih Roy Hodgson di Euro 2016, yang berakhir dengan kegagalan, hanya semacam jeda buat Asosiasi Sepak Bola Inggris untuk mempercayai Southgate mengambil alih posisi pelatih. Kini, gelandang bertahan tim nasional Inggris 1995-2004 ini sudah menyusul jejak Robson, sebagai pelatih hebat yang pernah dipunyai Inggris di kancah Piala Dunia.

SKY SPORTS | GUARDIAN

Facebook Comments

Deteksi Lampung
About Deteksi Lampung 375 Articles
Mencerdaskan dan Mencerahkan Publik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*