Kerinduan Finarsih pada Kejayaan Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games

Kerinduan Finarsih pada Kejayaan Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Menjadi pemenang di ajang Asian Games merupakan kenangan sangat manis. Kenangan indah itu pun kembali menguat bagi Finarsih, peraih medali perak dari cabang bulu tangkis ganda putri ketika berlaga di Asian Games 1994 di Hiroshima, Jepang.

Wajah perempuan kelahiran Yogyakarta, 8 Februari 1972 ini berbinar sepanjang malam di
Kagungan Dalem Pagelaran Karaton Ngayogjokarto Hadiningrat (keraton), dalam acara menyambut Api Obor Asian Games 2018

Senyumnya tidak lepas sepanjang perhelatan. Senyum itu juga semakin lebar ketika diingatkan bahwa ia mantan jawara di ajang olahraga terbesar kedua di dunia ini.

“Jadi ingat waktu itu. (Asian Games 1994) kenangan yang tidak bisa dilupakan. Sangat (berkesan) dan sampai sekarang belum terulang lagi (oleh pebulutangkis ganda putri generasi berikutnya),” kata Finarsih di keraton, Rabu (18/7/2018).

Baca juga: Banyak Warga Kecewa Api Asian Games 2018 Lewat Seperti Angin

Finarsih berada di keraton sambil membawa Api Obor Asian Games 2018. Dua putri Sri Sultan Hamangku Buwono X, yakni GKR Mangkubumi dan GKR Condrokirono, turut menyambut dan menerima api itu di keraton yang berada di alun-alun sebelah utara ini.

Dengan api itu, GKR Mangkubumi kemudian menyalakan obor yang berdiri di pelataran keraton.

Finarsih mengharapkan kejayaan olahraga negeri ini bangkit di Asian Games 2018. Menurutnya, Indonesia diuntungkan dengan posisinya sebagai tuan rumah.

Menilik banyak bakat muda, ia berharap Indonesia bisa memetik medali di banyak cabang, terutama bulu tangkis, yang selama ini menjadi salah satu andalan.

“Sudah pasti bulu tangkis. Saya kira bisa 2-3 medali,” kata Finarsih.

Baca juga: Di Candi Prambanan, 2 Legenda Atlet Indonesia Satukan Api Obor Asian Games 2018

Ia juga melihat potensi medali di cabang olahraga (cabor) lain seperti angkat besi dan atletik yang baru saja juara dunia. “Support dari seluruh rakyat besar sekali. Kita harus menorehkan prestasi lebih baik dari sebelumnya untuk semua cabang,” katanya.

Karena itu ia menyambut gembira tawaran ikut mendukung gelaran Asian Games, dengan terlibat dalam menyambut perjalanan api abadi ini. Pemilik klub bulu tangkis usia dini di Yogyakarta ini mengaku sudah jauh hari diminta ikut terlibat menyukseskan gelaran Asian Games 2018. 

“Suatu kebanggaan. Apalagi terakhir saya main di Hiroshima (Asian Games 1994). Ketika kita jadi tuan rumah, saya dikontak untuk bawa ini. Sebuah kebanggaan bagi saya,” katanya.

Kompas TV Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri seremoni penyatuan api obor Asian Games 2018 di Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*