Pemkab Mesuji Targetkan Tahun 2019 Selesaikan Akses Universal Air Minum dan Sanitasi

Sesuai dengan amanat RPJPN 2005–2025 dan RPJM 2015-2019, Pemerintah melalui program pembangunan nasional ‘Akses Universal Air Minum dan Sanitasi Tahun 2019’, menetapkan bahwa pada tahun 2019, Indonesia dapat menyediakan layanan air minum yang aman dan sanitasi yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia. Secara nasional sampai dengan tahun 2015, akses air minum yang aman baru tersedia bagi 68% dari total penduduk Indonesia, sedangkan untuk kebutuhan sanitasi dasar baru mencapai 60% dari total penduduk Indonesia. Di antara masyarakat yang belum terlayani tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah di perdesaan dan pinggiran kota termasuk kelompok yang paling rentan untuk mengakses air minum yang aman dan sanitasi yang layak.

Guna merealisasikan amanat RPJPN tersebut, pemerintah daerah kabupaten Mesuji melaksanakan Sosilisasi Kabupaten (SOSKAB) Program PAMSIMAS III Kabupaten Mesuji Tahun 2018, yang merupakan instrumen pelaksanaan dua agenda nasional yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan, bertempat di Balai Desa Mekarjaya kecamatan Tanjung Raya, 23/7/2018.

Peserta Sosialisasi Kabupaten program  Pamsimas III di Balai Desa Mekarjaya, 23/7/2018

Hadir dalam kegiatan tersebut sekretaris daerah kabupaten Mesuji Ir. Rizal Fauzi, Provincial Coordinator program Pamsimas Lampung, Ir. Robert Irwan Natakusumas, Distric Coordinator Pamsimas Kabupaten Mesuji Andi Armi, Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Kabupaten Mesuji Yoga Syalendra, camat se kabupaten Mesuji dan 105 Kepala Desa se kabupaten Mesuji.

Dalam sambutannya, sekretaris daerah kabupaten Mesuji, Ir. Rizal Fauzi yang sekaligus selaku ketua Pokja AMPL Kabupaten Mesuji menyampaikan bahwa di tahun 2018, berdasarkan Keputusan Jenderal Cipta Karya Nomor: 33/KPTS/DC/2018 tentang Penetapan Desa Sasaran Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2018 Tahap II, Kabupaten Mesuji mendapatkan dana BLM untuk 24 desa. Diharapkan di tahun 2019, Kabupaten Mesuji dapat lebih banyak mendapatkan dana BLM pada program Pamsimas agar masalah sanitasi lebih cepat teratasi pada 59 desa yang belum mendapatkan alokasi program Pamsimas yang sudah di Mesuji sejak 2016

Dalam paparannya, Provincial Coordinator program Pamsimas Lampung, Ir. Robert Irwan Natakusumas, M.Si menegaskan bahwa Program Pamsimas tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga membangun pemberdayaan pengelola air minum agar tetap berkelanjutan. Di perlukan komitmen setiap stakeholder untuk mencapai akses 100 % air minum aman dan sanitasi layak, Pamsimas memiliki tujuan meningkatkan akses air minum dan sanitasi layak yang berkelanjutan, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, menurunkan angka penduduk Buang Air Sembarangan, dan Menurunkan Angka Penyakit yang disebabkan dan atau ditularkan sanitasi yang buruk dan air yang tidak bersih. Program Pamsimas ini rencananya akan dilaksanakan sampai dengan tahun 2019 sebagai target pemerintah mewujudkan Indonesia 100-0-100 yaitu Seluruh Wilayah Indonesia mendapatkan akses 100% sanitasi yang layak, 0% bebas kumuh, dan 100% mendapatkan akses air minum yang sehat.

Hal senada disampaikan oleh Distric Coordinator Pamsimas Kabupaten Mesuji Andi Armi bahwa Kabupaten Mesuji merupakan salah satu kabupaten sasaran program Pamsimas di tahun 2018 sebagaimana berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor : 377/KPTS/M/2018 tentang Penetapan Kabupaten Sasaran Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Tahap kedua. Sebagai salah satu kabupaten termuda di Provinsi Lampung, masih membutuhkan perhatian dalam segala bidang pembangunan. Kabupaten Mesuji sebagai salah satu kabupaten sasaran Program Pamsimas III tentunya sangat memanfaatkan kesempatan emas ini untuk meningkatkan pembangunan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Mesuji sekaligus pembangunan infrastruktur khusus di bidang air minum dan sanitasi. Seperti kita ketahui, penduduk Kabupaten Mesuji masih banyak yang belum mendapatkan akses sanitasi dan air minum yang layak secara merata. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya penduduk Kabupaten Mesuji menggunakan toilet cupluk dan kesulitan mendapatkan akses air minum baik selain itu kondisi air minum yang masih tidak layak untuk dikonsumsi. Padahal kondisi ini sangat berbahaya bagi masyarakat Kabupaten Mesuji karena dapat menimbulkan penyakit berbahaya dalam jangka pendek maupun panjang dan menimbulkan pencemaran lingkungan yang dapat menurnkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Mesuji.

Ketika dikonfirmasi awak media tentang kegiatan tersebut, kepala bidang prasarana wilayah Bappeda Kabupaten Mesuji Yoga Syalendra menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi bertujuan untuk memberikan pernyataan minat dari pemerintah desa untuk mendapatkan bantuan program, baik desa baru, desa peningkatan kinerja dan desa perluasan, untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah kecamatan untuk pendampingan pengajuan usulan atau minat dari pemerintah desa dan masyarakat untuk mendapatkan bantuan program air minum dan sanitasi, serta adanya kebutuhan pendampingan dan pembinaan untuk pemerintah desa dan kecamatan serta masyarakat untuk proses selanjutnya.

:: ekosms ::

Facebook Comments

Deteksi Lampung
About Deteksi Lampung 375 Articles
Mencerdaskan dan Mencerahkan Publik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*