Disnakertrans Mesuji Sosialisasikan Program Padat Karya

Deteksilampung.com – MESUJI. Salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat desa khususnya yang miskin dan marginal yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah/pendapatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mesuji Sosialisasikan program Padat Karya, salah satu program unggulan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

Desa yang menjadi sasaran program Padat Karya untuk tahun 2018 adalah desa Sriwijaya dan Tanjung Sari Kecamatan Tanjung Raya. Untuk desa Sriwijaya padat karya yang dilaksanakan adalah pekerjaan Jalan Telpot yang akan menyerap 80 orang tenaga kerja dari masyarakat desa dalam kurun waktu 12 hari, demikian disampaikan sekretaris Disnakertrans Kabupaten Mesuji Arif Arianto dalam Acara Sosialisasi Program Padat Karya di Balai Desa Sriwijaya kecamatan Tanjung Raya, 1/8/2018.

Sekretaris Disnakertrans Mesuji Arif Arianto sedang menjelaskan Program Padat Karya kepada masyarakat desa Sriwijaya.

Selanjutnya Arif menambahkan bahwa sasaran objek program ini adalah masyarakat yang bekerja dibawah 35 jam per minggu.

“mayoritas masyarakat Mesuji adalah petani kebun yang bekerja antara pukul 06.00 sampai pukul 09.00, jadi masih banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Program Padat Karya mengambil peran ini sebab sasaran objeknya adalah masyarakat yang bekerja dibawah 35 jam per minggu” ucap Arif Arianto.

Kepada media deteksilampung.com, Pria yang saat ini sedang mengikuti Diklatpim III ini menjelaskan bahwa Program Padat Karya ini akan menyasar beberapa elemen masyarakat, yang utama adalah untuk penduduk miskin, pengangguran dan kelompok setengah penganggur. Adapun dalam pelaksanaannya, padat karya menggunakan prinsip inklusif, partisipatif, gotong royong, transparan, efektif, swadaya, swakelola, dan yang paling utama adalah semua kegiatan harus disepakati dalam musyawarah desa, sehingga pelaksanaan padat karya ini dapat menciptakan kegiatan yang berdampak pada peningkatan tanpa sepenuhnya menggantikan pekerjaan tetap dari penduduk tersebut.

Dalam pelaksanaannya padat karya harus berjalan ketika masyarakat sedang tidak berkegiatan, misalnya dilakukan setelah mereka menyadap karet pagi harinya, sehingga kegiatan tersebut tidak mengganggu aktifitas dan mampu menambah daya beli masyarakat.

Ditempat yang sama, kepala Desa Sriwijaya Juwadi menyambut baik program Kementerian Tenaga kerja ini dan sekaligus memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Bupati Mesuji yang mampu membawa program Padat Karya ke kabupaten Mesuji.

“Terimakasih kami sampaikan kepada Bupati Mesuji Bapak Khamami yang mempercayakan desa Sriwijaya sebagai desa sasaran Padat Karya. Atas kerja kerja dan kerja yang beliau lakukan demi kemajuan Kabupaten Mesuji, Alhamdulillah tidak sedikit yang bisa kita rasakan manfaatnya langsung, salah satunya ya ini beliau mampu nengambil program Padat Karya Kementerian Tenaga Kerja ke Kabupaten Mesuji. Luar biasa memang bupati kita Bapak khamami” tandas Juwadi

:: Adv – ekosms ::

Facebook Comments

Deteksi Lampung
About Deteksi Lampung 378 Articles
Mencerdaskan dan Mencerahkan Publik

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*