Miris, Beredar Isu 2000 Penari Saman yang Memukau di Pembukaan Asian Games Belum Dibayar

Instagram/ultrasky1

Inasgoc tegaskan sudah bayar, honor para penari Saman di Pembukaan Asian Games yang diduga macet ini masih terus diselediki.

WowKeren –
Perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018, baru saja sukses diselenggarakan oleh Indonesia. Sebagai tuan rumah, Indonesia berhasil mendapatkan berbagai sorotan dan respon positif dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 kali ini.

Acara pembukaan Asian Games yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 18 Agustus kemarin cukup menyedot perhatian publik dan seluruh dunia. Dalam acara meriah itu, turut tampil 2.000 penari berbakat yang terdiri atas para pelajar SMA di Jakarta. Mereka tampil memukau menampilkan tarian Saman ata Ratoh Jaroe yang berasal dari Aceh.

Akan tetapi, menyusul suksesnya acara pembukaan Asian Games 2018 kali ini, muncul isu tak sedap. Sebanyak 2.000 penari tersebut dikabarkan masih belum dibayar.

Sejumlah omongan yang beredar di media sosial mengatakan bahwa para pelajar ini masih belum mendapatkan upah atas penampilan memukau mereka. Padahal, sebanyak 2.000 pelajar SMA yang menampilkan tarian yang mengundang decak kagum ini harus melakukan banyak latihan yang terbilang melelahkan.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Panitia Pelaksana Asian Games (Inasgoc) 2018, Eris Herriyanto, membantah tegas. Ia mengatakan bahwa 2.000 penari dalam pembukaan Asian Games 2018 tersebut telah mendapatkan bayarannya. Eris menegaskan bahwa setiap penari berhak mendapatkan uang operasional sejumlah Rp 200.000 untuk setiap kali latihan. ”Panitia memastikan bahwa pembayaran uang operasional telah dilakukan sebanyak tiga kali yakni pada bulan April, Juli dan terakhir 17 September lalu,” ujar Eris dikutip dari Republika pada Kamis (20/9).

Lebih lanjut, Eris menegaskan bahwa mekanisme pembayaran upah para penari ini sudah ditransfer langsung ke rekening sekolah asal mereka. Namun, lagi-lagi, beredar kabar bahwa beberapa pihak sekolah menolak memberikan upah langsung dalam bentuk uang kepada para siswa mereka.

Ikut menanggapai hal ini, sejumlah warganet menyayangkan kurang transparannya pihak sekolah dalam menyalurkan honor menari untuk para siswa mereka. Apalagi, belum juga usai penutupan, para atlet Asian Games bahkan sudah mencairkan bonus mereka.

“Dikorup sama pihak sekolahnya bukan sih ? Kasian amat latihan ampe berbulan² sampek bikin bangga indonesia bayaran ga dikasih ” tulis akun @ok***en. “Bonus atlet aj udah keluar,, paling itu d korup org ketiga…” sahut akun @um***ti. “Y Allah gk ksian si mrka kn lelah juga latihan tu & pnh dgn perjuanggan” tambah akun @jo***86.

Sementara itu, sebanyak 2.000 penari tersebut berasal dari 18 SMA di Jakarta. Penyumbang penari terbanyak, yakni sejumlah 331 penari, berasal dari SMA 70. Eris sendiri sangat mengapresiasi usaha keras para siswa ini untuk turut mengharumkan nama bangsa. Soal pembayaran yang sudah dilakukan kepada pihak sekolah, namun belum sampai sepenuhnya ke tangan para siswa ini, masih terus dilakukan penelusuran oleh beberapa pihak terkait.

Next article

Gisella Anastasia Blak-Blakkan Soal Wanita Dipelukan Gading Marten Hingga Tidur Seranjang

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*