Nacho: Real Madrid Dukung Julen Lopetegui ‘Sampai Mati’

Nacho: Real Madrid Dukung Julen Lopetegui ‘Sampai Mati’

Posisi Lopetegui di Madrid di ujung tanduk, namun Nacho menegaskan penggawa Los Blancos berada di belakang sang entrenador.

Defender Real Madrid Nacho menegaskan ia dan rekan setim berada di belakang Julen Lopetegui ‘sampai mati’.

Juara bertahan Liga Champions ini gagal mencetak gol di empat pertandingan terakhir di berbagai kompetisi – kalah tiga kali di antaranya – dan kondisi ini membuat masa depan allenatore Spanyol itu dipertanyakan. Namun, Nacho memastikan para pemain memberi dukungan penuh kepada Lopetegui.

“Kami, para pemain, bersama pelatih sampai mati,” tutur Nacho kepada EFE.

Pilihan Editor “Kami tenang. Kami telah melewati situasi seperti ini dan yang lebih buruk dan kami selalu berhasil keluar.

“Saya tidak dapat menjamin kami akan memenangkan setiap trofi namun Real Madrid selalu membuktikan, siapa pun pelatihnya dan siapa pun pemainnya, kami akan selalu berjuang untuk segalanya. Kami akan berada di sana sampai akhir.”

Periode majal yang dialami Los Blancos mencuatkan anggapan mereka rindu Cristiano Ronaldo, yang bergabung dengan Juventus setelah sembilan musim di Santiago Bernabeu. Tapi Nacho, 28 tahun, mengatakan kesulitan lini depan timnya tidak karena kepergian peraih Ballon d’Or itu.

“Di awal musim kami mencetak banyak gol dan tidak ada yang ingat Ronaldo,” imbuh Nacho.

“Ia memulai di Juventus tanpa mencetak gol dan dibilang itu karena ia meninggalkan Real Madrid. Dalam sepakbola segalanya berubah.

“Cristiano sangat penting untuk kami karena di akhir ia mencetak 50 gol semusim, namun kami tidak menyalahkan dan kami tidak merasa menyesal. Kami harus bergerak dengan pemain yang ada. Kami memiliki skuat bagus dan kami siap untuk segalanya.”

 

Jurgen Klopp puas dengan pencapaian Liverpool jelang jeda internasional, tapi tak senang dengan keberadaan Nations League. Manajer The Reds itu bahkan menyebut Nations League sebagai kompetisi terbodoh di dunia. . Liverpool meraih hasil imbang tanpa gol kontra Manchester City di Anfield. Ini membuat mereka ada di peringkat tiga dengan koleksi 20 poin, hanya kalah selisih gol dari Chelsea dan Man City. . “Jika seseorang mengatakan pada saya setelah delapan laga saya akan mendapat 20 poin, saya akan mengatakannya dengan pertimbangan jadwal ini: ‘Saya akan mengambilnya, mari kita mulai dengan matchday kesembilan!” katanya. . “Sayang, anak-anak akan pergi lagi sekarang dan harus bermain di Nations League – kompetisi paling bodoh di dunia sepakbola. Kami harap mereka kembali dengan sehat dan memainkan kompetisi mudah ini, Liga Primer, Liga Champions, dan semua ini.” . “Ini merupakan periode yang sulit untuk anak-anak, eh? Kita harus mulai berpikir tentang para pemain.” . “Seseorang bertanya pada saya, ‘Apakah level pertandingan [Man City] disebabkan oleh intensitas?’ – dalam pertanyaan itu sendiri sudah ada kritik, bisa lebih baik jika Anda lebih bugar.” . “Jika Anda ingin melihat pemain yang lebih bugar, berikan mereka jeda musim panas – untuk Jordan Henderson, itu tepat dua pekan, yang tentu saja lucu, tapi begitulah adanya.” . “Karena itulah saya ingin mengatakan bahwa ini bukan masalah besar, tetapi Anda kini memanggil manajer negara mana pun dan meminta mereka untuk meninggalkan satu atau dua pemain dan ia mengatakan, ‘Saya juga berada di bawah tekanan karena sekarang masa Nations League.” . “Saya tak begitu tahu apa yang bisa Anda menangkan di sana, tapi ada semacam final di musim panas mendatang atau apa pun, begitulah,” pungkas pelatih kelahiran Stuttgart itu.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on Oct 8, 2018 at 12:47am PDT

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*