Di Tengah Isu Corona, Kabupaten Layak Anak Disosialisasikan

Penjabat Sekdakab Mesuji, Edison Basid Habibi (Foto Prokompim Mesuji)

MESUJI. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menformulasi  strategi pemenuhan hak-hak anak yang terintegrasi  dengan  pengembangan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak.

Hal itu disampaikan Bupaty Mesuji Saply TH dalam sambutan yang  dibacakan Penjabat  Sekdakab Mesuji, Edison Basid Habibi pada  acara Sosialisasi Kabupaten Layak Anak dan Deklarasi Rumah Sakit Ramah Anak  di Aula Rumah Sakit Umum Daerah Ragab Begawi Caram,  Senin (16/03).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mesuji Hj.Nellywati Saply (Foto Prokompim Mesuji)

Hadir dalam kesempatan itu,   Ketua Tim Penggerak  PKK  Kabupaten Mesuji  Hj. Nellywati Saply,  Plt. Kepala Dinas Kesehatan Yanuar  Fitrian,  Kepala Dinas  Sosial  Gunarso,  Kepala RSUD Ragab Begawe Caram, para Camat dan Kepala Desa serta  ASN di lingkup RSUD.

“Di Kabupaten Mesuji,  gerakan menuju  Kabupaten Layak Anak  sebenarnya sudah bermula sejak penandatanganan komitmen bersama seluruh stakeholder pada  30 Oktober 2019 yang lalu,” kata Edison.

Berkenaan dengan itu, masih kata Edison, penguatan koordinasi para stakeholder harus  terus ditingkatkan  demi mewujudkan Mesuji sebagai Kabupaten Layak Anak.

Sumber Prokompim Mesuji

“Caranya, yakni melalui  berbagai kebijakan, program, kegiatan, dan anggaran dalam rangka pembangunan fasilitas untuk anak,” tambahnya.

Ketua TP PKK Mesuji  Hj. Nellywati Saply  mengingatkan pentingnya penguatan  Budaya Ramah Anak dalam  pencanangan Kabupaten Mesuji Layak Anak .

“Bukan hanya kepada anak kandung kita, tetapi kepada seluruh anak,” tegasnya.

Konvensi Hak Anak (KHA) mengatur  31 indikator Kabupaten/Kota yang bisa dikategorikan sebagai  Layak Anak. Dari indikator itu, kemudian dikelompokan ke dalam 5 kluster pemenuhan hak- hak anak yang terdiri dari  hak sipil dan kebebasan;  hak lingkungan keluarga dan pengasuhan;  hak kesehatan dasar dan kesejahteraan;  hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya;  dan hak perlindungan khusus.

Acara ini berlangsung  sesuai rencana meski di bawah bayang-bayangi pandemi virus Corona. (ans)

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*