‘Pening Palak’ Hasodin Polisikan Oknum BRI Simpang Pematang

MESUJI.  Apes. Mungkin itulah  kata yang tepat untuk menggambarkan nasib yang dialami warga Desa Fajar Indah Kecamatan Panca jaya, M. Hasodin. Angsuran di  Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Simpangpematang sudah lunas tapi  sertifikat tanah yang dijadikan  anggunan diduga hilang.  Hal itu dikatakan Hasodin, Kamis (16/04).

“Pada 15 januari 2014 lalu  saya mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat yang disetuji oleh pihak BRI KCP Unit Simpang Pematang,” kronologis  Hasonin. “Uang itu saya angsur selama 24 bulan dan lunas.”

Setelah itu, dia kembali mengajukan pinjaman kedua dan mengangsurnya selama 24 bulan tanpa kendala.

Setelah pelunasan  pinjaman kedua ini, Hasodin tidak mengajukan  lagi lalu  meminta  sertifikat jaminannya kembali. Namun hingga jangka waktu  4 bulan, pihak Bank tak juga memberikan bahkan terkesan mengulur-ulur waktu.

“Selama 4 bulan saya bolak-balik menanyakannya, namun pihak Bank  yang menangani jaminan terkesan saling lempar. Padahal bukti pelunasan sudah ada dan tak ada masalah,” ujar Hasodin.

Terakhir saat Hasodin kembali menanyakan untuk yang kesekian kalinya, salah satu karyawan Bank atas nama Ningsih malah meminta agar dia membuat  Surat Keterangan bahwa, sertifikat itu terbakar.

“Laju pening palak saya, Mas,” kata Hasodin.

Karena kesal, karyawan PT BSMI itu akhirnya mengadukan persoalan ini ke Polsek Simpangpematang.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Ningsih, karyawan BRI Kancap Simpangpematang  yang disebutkan Hasodin tidak  mengangkat panggilan telpon. Pesan WhatsApp pun hanya dibaca namun tidak dibalas.

Laporan: Andri. Editor: Fajar

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*