Isbedy Stiawan ZS: “Hilmar Dukung Parade Penyair Baca Puisi Di Rumah Saja.”

Paus Sastra Lampung, Isbedy Stiawan ZS

BANDARLAMPUNG. Parade baca puisi penyair Indonesia bertajuk #Cinta Puisi Di Rumah Saja yang berlangsung lewat aplikasi Zoom, didukung penuh oleh Dirjend Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Fariz.

Penegasan ini disampaikan Paus Sastra Lampung, Isbedy Stiawan pada Deteksilampung.com, Rabu  (22/04).

Acara yang juga ditaja Arcana Foundation dan dan Indonesia Kaya itu menghadirkam 14 penyair, penyanyi puisi Reda Gaudiamo, aktris Sha Ine Febriyanti dan Annisa Hertami.

Para penyair tersebut antara lain: Mario F. Lawi, Mezra E Pellendow dari Kupang, Warih Wisatsana, Wayan Jengki Sunarta (Bali), Mahwi Air Tawar (Madura), Joko Pinurbo (Yogyakarta), Ahda Imran (Bandung), Bode Riswandi (Tasikmalaya), Ratna Ayu Budhiarti (Garut), Hasan Aspahani, Kurnia Effendi (Jakarta), Isbedy Stiawan ZS (Lampung), Marhalim Zaini, Kunni Masrohanti (Riau).

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan puisi dibutuhkan saat manusia mengalami krisis imajinasi.

“Imajinasi itu selalu diberikan oleh puisi,” kata Hilmar dalam sambutannya dalam forum Ruang Sastra Penyair Bicara, Cinta Puisi #DiRumahAja.

Ditambahkan Hilmar,  forum yang dihelat secara daring ini,  harus dipertahankan untuk memberikan inspirasi  sebab  kebudayaan membutuhkan arsip sebagai salah satu cara menyimpan memori kemanusiaan.

Sementara penyair Hasan Aspahani mengatakan bahwa puisi ibarat penunjuk arah menuju ke utara.

“Mengapa utara karena ke arah itulah kita berpatokan agar tak tersesat,” katanya.

Penyair Warih Wisatsana menambahkan, puisi mengajarkan kerendahatian di tengah situasi yang tidak menguntungkan.

Dalam parade ini, tiap penyair membaca 1 hingga 3 puisi.

Laporan: Isbedy. Editor: Fajar

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*