Pelabuhan Merak Ditutup, Netizen: “Kok, Bacaannya Ketupat?”

Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Nurhadi Unggul, dan Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Wibowo. (Foto selatsunda.com)

BANTEN. Mulai dinihari tadi (25/04),  Pelabuhan Peyeberangan Merak resmi ditutup untuk umum.  Kecuali angkutan Sembilan Bahan Pokok (Sembako), Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG).

Dilansir dari selatsunda.com, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten, Nurhadi Unggul,  menegaskan meski  kapal tetap beroperasi, namun hanya untuk melayani angkutan barang.

“Jumlahnya juga kita kurangi dari perhari 30 menjadi 22 kapal,” tegas Unggul.

Sehari sebelumnya, Jumat (24/04), Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten, Kombes Pol Wibowo juga menyampaikan larangan menyebrang bagi pemudik yang  akan diterapkan Jumat dinihari (tadi malam-red).

“Penutupan ini juga diikuti dengan  Operasi Ketupat dan penyekatan di beberapa titik Check Point. Baik melalui jalur arteri ataupun jalur tol; dari Jakarta ke Merak juga sebaliknya,” ujar Kombes Wibowo.

Foto selatsunda.com

Tambah Wibowo, lokasi Check Point jalur tol dilakukan di Gerbang Tol Cikupa arah Jakarta. Sedang 14 titik lainnya tersebar di jalan arteri Merak-Jakarta mulai dari Citra Rata, Simpang Pusri Serang, Gerem, Pelabuhan Merak dan Pelabuhan BBJ.

“Pelaksanaan Operasi Ketupat ini berlaku selama 37 hari,  mulai 24 April hingga 30 Mei 2020,” kata Wibowo, Kamis (23/04).

Di jejaring sosial, beragam tanggapan ditunjukan netizen atas kondisi itu.

Mat Jagal menulis: “Jalur inetrnasional mestinya yang dari dulu ditutup. Kemarin-kemarin ke mana, Cuy?”

“Kami tidak mudik, Pak. Hanya pulang kampung,” kata Marta Putra Selalau.

“Kok, itu bacaannya ketupat, ya?” tanya Dhewi Deska yang langsung disambar Wong Sepele:

“Diganti lontong juga boleh.”

Yang lain menyahut: “Tambahin kerupuk.”

Laporana: net, tim. Editor: Fajar

 

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*