Alokasi  39,8 Milyar, Sekretariat Melompong, Kinerja Kacau

MESUJI.  Kinerja Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mesuji  kacau. Koordinasi antar anggota Tim Pelaksana timpang, hubungan dengan  media  pemberitaan publik tertutup,  siapa yang menjadi  jurubicara tak jelas. Bahkan, sekadar ingin meilhat progres penanganan terkini, masyarakat kebingungan.

“Miris,” kata tokoh masyarakat Mesuji di Wayserdang, Iwan M Dahari. ” Sangat berbeda dengan penanganan di provinsi yang updeta dan terpusat. Media juga terlibat aktif. Masih lebih baik penanganan oleh desa.”

Iwan M Dahari

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji, Parsuki, S.H.I juga angkat bicara.

“Kinerja Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid 19 di Kabupaten Mesuji ini,  khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan bukan saja lamban tapi  carut marut,” kata Parsuki.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mesuji, Parsuki, S.H.I

Karena itu, ia akan segera berkoordinasi dengan unsur pimpinan DPRD untuk  secepatnya memanggil dan mempertanyakan  kinerja tim tersebut.

“Anggaran  penanganan 39,8 M itu sudah lebih dari cukup.  Kita harus tahu progres dan realisasinya seperti apa,” lanjut Parsuki.

Aleg Fraksi PKB, Jhon Tanara, ST.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Mesuji Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Jhon Tanara menyoroti keberadaan media yang begitu sulit mendapat akses informasi. Dia mengatakan,  mestinya sejak awal Tim Gugus melibatan media untuk keperluan sosialisasi pada masyarakat.

“Sebab update penanganan Covid- 19 ini adalah konsumsi dan hak publik,” kata Jhon.

Pemantauan Deteksilampung atas Sekretariat Pendukung di kantor BPBD yang Koordinatornya adalah  Kepala BPBD dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan tercatat beranggotakan: Sekeretris BPBD, Sekretrsi Dinkes, Penanggungjawab Data Dinkes, dua orang Kepala Bidang (Kabid)  dan tiga Staf pada Selasa (05/05) terlihat kosong dan lengang.

Padahal, sehari sebelumnya (04/05) Kepala BPBD Kabupaten Mesuji, Sharil, mengatakan ada alokasi untuk semua keanggotaan yang tercatat bertugas di posko itu.

“Berjumlah 10 orang. Per orang seratus ribu setiap hari selama satu bulan,” kata Sahril.

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*