Mayat ODGK  Ditemukan Tergeletak, Untung  Polisi Punya APD

MESUJI. Warga Simpangpematang Kabupaten Mesuji digegerkan dengan penemuan mayat Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGK)  pada Jumat (08/05). Namun karena khawatir terjangkit virus Corona, tak ada satu pun warga yang berani mendekat.

Mayat  dibiarkan tergeletak sejak pagi selama 4 jam  karena menunggu Alat Perlindungan Diri (APD) dari Dinas Kesehatan yang tak kunjung tiba. Hingga akhirnya, petugas  Polres Mesuji turun ke lokasi.

Kasat Reskrim Polres Mesuji, Iptu Riki Nopariansyah mengatakan  polisi mulai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menggunakan APD antisipasi Covid-19 lengkap.

“Hasil olah TKP, dipastikan  jasad tanpa identitas  adalah Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGK),” kata Riki.

Hal senada juga diungkapkan warga dan aparat desa setempat yang mengenali mayat anonim.

“Dia memang mengidap gangguan jiwa. Sehari sebelumnya masih terlihat bejalan-jalan di pasar,” ucap  Andika, salah satu warga.

Persoalan lain sempat  muncul saat jenazah akan dikebumikan karena tak ada kantung mayat. Mensiasati hal itu, polisi akhirnya menggunakan terpal pelastik  sebagai pengganti kantung mayat sebelum diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simpangpematang dengan menggunakan ambulance PKM Simpangpematang.

“Beruntung anggota kita sudah dilatih  penanganan janazah dengan protokol pemakaman pandemi Covid-19,” ujar Kapolres Mesuji AKBP Alim, S.H, S.I.K.

Petugas Polres Mesuji memperlakukan tata cara pemakaman mayat dengan prosedur Covid 19 di bawah pantauan Kapolres Mesuji.

Laporan: Ans/Editor: Fajar

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*