Kades Sungaibuaya Ancam Tutup Jalan, Hartopo: “Kita Akan Fasilitasi ke Perusahaan.”

Anggota Fraksi PAN DPRD Mesuji, Nuryadi Hartopo.

MESUJI. Petani Desa Sungaibuaya mengeluhkan hancurnya ruas jalan Tanggul Penangkis-Ratu Timur yang berdampak menyulitkan mereka mengangkut hasil panen.  Kondisi ini kian hari  semakin buruk dan menyebabkan padi hasil panen terancam rusak.

“Apalagi kalau habis hujan,” kata salah seorang petani pada Deteksilampung. “Terpaksa padinya kita inapkan di sawah sambil menunggu cuaca terang.”

Kepala Desa Sungaibuaya Kecamatan Rawajitu Utara,  M. Aulia Muis, menuding truk-truk bermuatan sawit milik dari PT. BDPA (Bumi Waras Grup) sebagai penyebab hancurnya jalan dimaksud.

“Puluhan truk  sawit milik PT. BDPA  kapasitas 8 sampai 9 ton lewat setiap hari,” kata Muis. “Tapi itu tidak diimbangi dengan upaya pemeliharaan jalan secara maksimal oleh pihak perusahaan.”

Karena itu, Muis mengancam akan menutup akses jalan jika kondisi ini terus diabaikan.

“Perbaikan ada, tapi  tidak seimbang dengan kerusakan. Kalau terus seperti ini, jalan akan saya tutup!” tegas Muis.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Mesuji, Nuryadi Hartopo berjanji akan memfasilitasi Pemerintah Desa dengan pihak perusahaan. Politisi PAN itu  juga akan mengawal  persoalan ini hingga  tidak saling merugikan.

Barusan saya  berkoordinasi dengan pihak Pekerjaan Umum (PU). Mereka menjelaskan, sebelum jalan ini diperbaiki,  PT. BDPA  menggunakan transportasi air untuk mengeluarkan hasil sawitnya. Nah,  setelah jalan ini bisa dilalui, mereka berpindah ke transportasi darat menggunakan truk. Pada prinsipnya semuanya penting. Yang tidak boleh adalah mengorbankan  masyarakat,” tegas Aleg dua periode ini.

Hartopo hadir di lokasi itu dalam rangka Reses Masa Sidang Ke-3 Anggota DPRD Kabupaten Mesuji di Daerah Pemilihan 2 (Dua) yakni  Kecamatan Rawajitu Uatara.

Laporan/Editor: Fajar

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*