Halo, Ruang Isolasi RSUD RBC? Putus… Putus!

MESUJI. Gegap gempita penanggulangan  pendemi Covid-19 di Mesuji berbanding terbalik dengan kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ragab Begawe Caram (RBC) dalam menangani. Hal ini terlihat dari belum adanya ruang isolasi di Rumah Sakit plat merah itu meski pandemi sudah berlangsung sejak  akhir Maret 2020.

Direktur RSUD RBC, dr. Hotmaida Verawati,  mengungkapkan ruang isolasi sedang dipersiapkan.

“Awalnya ruangan ini kami rencanakan sebagai ruang khusus anak,” ucapnya seraya menunjukan satu ruangan, Senin (11/05). “Namun pasca pandemi covid-19,  kondisinya menjadi berbeda.”

Terkait Alat Perlindungan Diri (APD) dan kebutuhan medis lain, istri Kepala Bapeda Kabupaten Mesuji itu menyebut tak ada masalah.

“Tapi untuk kebutuhan  lain semisal fentilator belum tersedia sebab harganya mahal,” imbuh Hotmaida seraya menambahkan bahwa, sejauh ini di RSUD RBC  terdapat dua Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Tapi sekarang tinggal satu sebab yang seorang lagi sudah dinyatakan sehat,” terang dia.

Mantan Kepala PKM Tanjungraya itu melanjutkan dalam waktu dekat,  15 orang tenaga medisnya  juga akan menjalani pelatihan.

“Untuk kesiapan Tim Khusus Penanganan Covid-19,” urainya.

Terpisah, Ketua Bidang Advokasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara  (BAPAN) Provinsi Lampung,  Iwan M Dahari, mengaku tak habis pikir dengan  lambannya kinerja  Direktur RSUD RBC  Mesuji ini.

“Pandemi sudah berlangsung  berbulan-bulan tapi ruang isolasi baru disiapkan setelah wartawan datang. Sama sekali tidak peka. Konyol!” geram  Iwan.

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*