PT. BDPA Bantah Tak Urus Jalan

MESUJI. Devisi Alat Berat CV. Sungai Budi  untuk  perbaikan ruas jalan Tanggul Penangkis-Ratu Timur pada  PT. Budi Dwi Perkasa Abadi (PT. BDPA),  Sugiatno, membantah tuduhan perusahaannya merusak jalan. Menurutnya, sejak tahun 2017,  PT. BDPA sudah melakukan perbaikan atas ruas jalan dimaksud dan itu masih berlangsung hingga sekarang.

“Tak kurang dari 4 ribu kubik batu belah telah kita hampar ke sepanjang jalan sejak tahun 2017. Per hari berkisar 6 sampai 15 truk,” kata Sugianto pada Deteksilampung.com (14/05).

Sugiatno

Ditambahkannya, selain pengiriman batu belah, pihaknya juga mengirimkan Excavator dan Grader yang khusus standby di sepanjang lajur jalan. Hanya saja, alat berat tersebut tidak sampai menginap kecuali untuk hal yang mendesak.

“Alat berat berangkat setiap pagi dan kembali ke Base Camp pada saat sorenya” jelas Giatno. “Dan itu kita lakukan sampai hari ini.”

Diberitakan sebelumnya, kondisi ruas  jalan Tanggul Penangkis-Ratu Timur yang rusak di tengah curah hujan tinggi  membuat Kepala Desa Sungaibuaya Kecamatan Rawajitu Utara,  M. Aulia Muis berang. Dia menuding truk-truk bermuatan sawit milik dari PT. BDPA menjadi  penyebab hancurnya jalan.

“Puluhan truk  sawit milik PT. BDPA  berkapasitas 8 sampai 9 ton lewat setiap hari,” kata Muis. “Tapi tidak diimbangi dengan upaya pemeliharaan jalan secara maksimal oleh pihak perusahaan.”

Karena itu, Muis mengancam akan menutup akses jalan jika keadaan terus diabaikan.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Mesuji, Nuryadi Hartopo berinisiatif memfasilitasi Pemerintah Desa dengan pihak perusahaan untuk mencari titik temu. Hartopo mendapat pengaduan itu dalam sebuah kegiatan Reses sebagai Anggota Legislatif Dapil Rawajitu Utara.

“Kita sudah sambungkan ke pihak PT. PDBA dan kita sampaikan apa yang menjadi keluhan. Intinya, jangan sampai masyarakat jadi korban. Apalagi ini juga bersamaan dengan musim panen. Tentu saja, keberadaan jalan menjadi sangat penting sekali,” kata Hartopo.

Laporan: Ans. Editor: Fajar

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*