Antisipasi Gagal Panen Ini Usul Dua Camat  

MESUJI.  Kegiatan perencanaan program pertanian di tingkat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), sebaiknya melibatkan para Camat sebagai Kepala Wilayah. Hal itu dikemukakan Camat Rawajitu Utara (RJU), Samijo, menanggapi beberapa persoalan yang di alami petani RJU di musim panen tahun ini.

“Dari hasil perencanaan itu, Camat bisa mengkoordinasikannya dengan para kades yang kemudian memusyawarahkannya dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di desa,” kata Samijo.

Camat Rawajitu Utara, Samijo.

Ditambahkan Samijo, perencanaan dimaksud, bisa mengadopsi kegiatan Puskesmas dengan pola lokakarya mini yang melibatkan Kepala Desa dan para Kelompok Tani.

“Boleh jadi, dari proses ini akan ada masukan yang layak untuk dipertimbangkan,” imbuh Samijo.

Senada, Camat Mesuji Timur, Tarbin Putera, SE,  mengusulkan untuk dihidupkannya kembali Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pemirsa (Kelompencapir) sebagai sebuah kegiatan pertemuan bertajuk diskusi antara petani dan nelayan.

Camat Mesuji Timur, Tarbin Putera, SE.

“Sehingga petani punya semacam kesepakatan melalui bimbingan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dalam menentukan pilihan bibit secara serempak,” kata Tarbin.

Terpisah, Awaludin, petani  Desa Telogorejo RT. 06 Kecamatan Rawajitu Utara mengatakan,  musim tanam kali ini, selain padi roboh,  para petani juga dihadapkan dengan penyakit  Sumdep, Ulat dan Wereng sehingga harga gabah menurun.

“Tengkulak hanya membeli maksimal Rp. 350.000 per kwintal. Hasil petani turun 50 persen,” kata Awaludin.

Anggota DPRD Dapil RJU, Agus Munawar, M.Pd.I.

Sebelumnya, menanggapi tanaman padi yang mengalami roboh batang, Anggota DPRD Kabupaten Mesuji Daerah Pemilihan (Dapil) Rawajitu Utara, Agus Munawar, M.Pd.I meminta Dinas Pertanian lebih proaktif membantu petani terutama terkait bimbingan teknis melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

“Kasihan para petani kita,” kata Agus.

Kadis Pertanian Mesuji, Pariman, S.P (Foto Pokompim Mesuji)

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, Pariman, S.P mengatakan tetap akan mecarikan solusi  agar hal ini tidak terulang.

“Terutama  mengajak petani untuk  menerapkan teknologi spesifik lokasi yang dianjurkan. Kita siap berbuat apa saja sejuah itu yang terbaik,” tegas Pariman.

Laporan/Editor: Fajar.

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*