Opini Jhon Tanara*

Mesuji adalah salah satu kabupaten yang akan segera menerapkan masa new normal atau tatanan baru. Hal ini ditandai dengan telah dilakukannya Focus Grup Discusion (FGD) terkait kajian new normal yang dihadiri oleh Forkompimda Mesuji, Ketua DPRD Mesuji, Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, pers dan semua elemen Pemerintah Daerah. FGD itu diakhiri dengan satu penandatangan kesepakatan bersama.

Tentu saja, ini adalah kabar baik.  Bahwa, Kabupaten Mesuji adalah satu dari seratus lebih kabupaten yang di anggap zona hijau dan nol covid-19 yang ini, setidaknya,  membuktikan bahwa kabupaten ini layak melakukan new normal.

Tapi di sisi lain, masih ada juga yang pesimis dan menganggap kita belum siap dan yang dimaksud dengan kita  adalah masyarakat  Mesuji. Jika dipikir-pikir, pendapat ini mungkin ada benarnya. Sebab jika melihat ke  beberapa lokasi perkumpulan seperti pasar, pangkalan ojek dan lainnya, kita masih akan menyaksikan banyak masyarakat yang belum memahami protokol kesehatan bahkan belum mengerti cara menerapkan new normal itu sendiri.

Ironi memang. Pada saat new normal diterapkan, masyarakat justeru belum juga menyadari kalau dia harus merubah kebiasaannya dan tak bisa lagi melakukan sesuatu semaunya apalagi dengan mengabaikan protokol kesehatan.

Karena itu, melihat kondisi ini, kita berharap semua  pihak  bisa bekerjasama untuk saling mengedukasi dan menyosialisasikan bagaimana masyarakat harus bersikap. Dan dalam hal ini, saya melihat para awak media bisa dijadikan garda terdepan untuk ikut  menyebarluaskannya. Sebab media bisa menerobos apa saja, di mana saja dan dalam waktu kapan saja.

Oleh sebab itu, tentu akan lebih baik  jika media diberi kesempatan untuk ikut terlibat langsung. Bukan dibiarkan tanpa koordinasi atau sekadar menulis berita seremoni meski tentu saja, itu juga penting. Tidakkah semua elemen memang harus saling bahu membahu? Dan dengan melibatkan awak media, setidaknya beban pemerintah akan menjadi lebih ringan dan terbantu.

Namun meski demikian, hal itu harus diwujudkan dalam satu kerjasama yang jelas dari Tim Gugsu Tugas. Terkait batasan dan fungsi juga hak dan kewajiban. Dan bila itu dilaksanakan,  hal-hal yang menjadi ketidakpahaman  masyarakat akibat minimnya informasi akan menemukan solusi yang  baik. Sehingga  pada akhirnya, sebagiamana yang juga  kita harapkan bersama, pandemi ini akan segera  berakhir khususnya di kabupaten kita tercinta ini.

Semoga kita dan  masyarakat kita selalu dilimpahi barokah untuk selalu sehat dan sejahtera.

Salam new normal!

*Jhon Tanara adalah anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

 

Redaksi Deteksilampung.com menerima tulisan opini sesuai standar PUEBI  minimal 400 kata. Untuk memudahkan, opini  bisa dikirim ke monor WhatApp 0812-7292-2946.

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*