Unila dan DKP Mesuji Latih Pokdakan Pancajaya

MESUJI. Menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mesuji,  empat dosen Fakultas Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas Lampung (UNILA) mengadakan pelatihan di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Ulam Adijaya Desa Adihluhur, Kecamatan Pancajaya (03/07).

Kegiatan ini mengambil tema: Pelatihan Penggunaan Probiotik dan Imunostimulan Untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ikan Lele.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mesuji, Ir. Yudhi Santoso, M.IP berharap kegiatan ini akan merangsang inovasi para anggota Pokdakan dalam berbudidaya.

“Tak ada batasan dalam belajar. Bahkan jika perlu sampai ke negeri China,” ujar Yudhi menyemangati.

Menanggapi hal itu, Koordinator kegiatan pengabdian masyarakat,   Dr. Agus Setiawan, S.Pi, M.P,  mengatakan pelatihan ini adalah bagian dari Tri Dhrama Peguruan Tinggi khusus bagi para dosen.

“Dan kali ini kita mengambil setting tempat di Kabupaten Mesuji yang memang selama ini belum pernah didatangi,” kata Agus.

Ditambahkannya, kegiatan ini adalah rangkaian dari program yang sudah diawali sejak bulan Mei sampai Agusus nanti.

“Ada beberapa tahapan yang harus kita laksanakan. Mulai dari survey lokasi, koordinasi, pelatihan bagi masyarak hingga Monitoring dan Evaluasi (Monev),” terang Agus.

Hilma Putri Fidyandini, S.Pi, M.Si,  salah satu dosen yang menjadi pemateri menambahkan, pasca pelatihan, diharapkan para peserta yang terdiri dari masyarakat pembudidaya ini, dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di kelompoknya dan masyarakat sekitar.

“Andai nanti saat praktik ditemukan persoalan di lapangan, koordinasi bisa dilakukan melalui telpon,” ujar Hilma.

Namun demikian, Hilma menegaskan tim tetap akan melakukan evaluasi  secara langsung ke lokasi sesuai waktu yang  telah dijadwalkan.

Terpisah, Ketua Pokdakan Ulam Adijaya mengaku merasa beruntung dapat mengikuti kegiatan ini sebab bisa makin mengotimalkan pola budidaya yang sudah mereka lakukan selama ini.

“Salah satu penyebab kegagalan budidaya adalah penyakit. Karena itu, kegiatan ini benar-benar terasa mafaatnya bagi pembudidaya seperti kami,” tegas dia.

Laporan/Editor: Fajar.

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*