Wawancara Khusus Ketua IDI Mesuji

Sebagai organisasi profesi yang khas, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) diharapkan senantiasa meneguhkan profesionalitas menuju Mesuji Sehat Pasca Pandemi Covid-19. Pesan itu terekam dalam sambutan Bupati Mesuji, Saply, TH, saat menghadiri pelantikan IDI Cabang Mesuji untuk Masa Bakti 2020-2023  di Hotel D’pilda, Simpangpematang pekan lalu.

Menjawab harapan itu, juga untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan organisasi profesi para dokter ini pasca dilantik, Ketua IDI Mesuji, dr. Harizal Hasni, menyampaikan berbagai pandangan, gagasan dan program kerja pada  Deteksilampung.com dalam sebuah wawancara khusus pada Senin (13/7). Berikut petikan lengkapnya:

Sebagai Ketua IDI Mesuji yang baru selesai dilantik, bisa diceritakan apa program kerja terdekat Anda?

Pertama, kita akan melakukan koordinasi  antar pengurus dan anggota. Melakukan rapat rutin minimal 2 (dua) bulan sekali, juga mengagendakan seminar terkait kesehatan masyarakat minimal  2 (dua) kali dalam setahun. Ini penting untuk dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan para dokter dan masyarakat kita.

Langkah berikutnya?

Itu tadi yang tahap awal. Sambil berjalan, kita juga akan mengupayakan pengurusan atau perpanjangan STR dan SIP bagi para dokter kita termasuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Bagaimana dengan sekretariat?

Ya. Termasuk mengupayakan kepemilikan  gedung sekretariat sendiri serta mempersiapkan  MoU atau nota kesepahaman dengan berbagai pihak termasuk  Polres Mesuji.

Sinergitas IDI dengan Pemkab Mesuji?

Secara umum, IDI Mesuji siap terlibat baik langsung atau tidak langsung dalam kegiatan-kegiatan  sosial yang diadakan oleh Pemkab Mesuji. Tentu saja, dalam hal ini, kita juga berharap agar Pemerintah Daerah  juga mau melibatkan kita dalam berbagai kajian-kajian terkait  bidang  kesehatan. Termasuk men-support para dokter kita yang akan melanjutkan Sekolah Dokter Spesialis.

Sejauh yang Anda lihat,  bagaimana peran para dokter di Kabupaten Mesuji?

Dalam pantauan kita, jumlah dokter di Kabupaten Mesuji ini berkisar  antara 60-an orang. Baik dokter umum maupun spesialis. Jumlah itu tersebar di tigabelas Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan swasta serta di beberapa klinik. Keberadaan mereka tentu sangat membantu dalam upaya melayani masyarakat. Dan saya rasa, masayarkat juga  bisa merasakan hal itu. Apalagi,  dalam kondisi dimana  sebagian besar PKM sudah terakreditasi. Oleh karena itu, kita terus mendorong agar pelayanan yang sudah dilakukan tersebut dapat berjalan makin maksimal dan terus membaik sejalan hari.

Menurut Anda Kabupaten Mesuji masih kekurangan dokter?

Kalau bicara kurang,  saya rasa masih sangat kurang. Apalagi dokter spesialis. Sebagaimana  kita ketahui, saat ini Mesuji baru  memilki  tiga orang dokter spesialis dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN). Yaitu Dokter  Spesialis Kandungan, Dokter Spesialis THT dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Dengan jumlah ini, tentu saja keberadaan meraka masih sangat kurang mengingat rentang kendali Mesuji yang memang cukup luas. Karenanya, untuk memenuhi kekurangn tersebut,   pihak Rumah Sakit (RS) atau Pemkab saya kira perlu melakukan kontrak dengan dokter spesialis dari luar daerah.

Bagaimana dengan keberadaan Dokter Umum?

Saya kira sama saja. Keberadaan Dokter Umum  di beberapa PKM juga masih sangat kekurangan.

Terkait kondisi itu, apa harapan IDI pada Pemkab Mesuji?

Yang penting dicatat, hubungan IDI Mesuji dengan Pemkab Mesuji terjalin sangat baik  dan ini akan terus kita pertahankan. Oleh karena itu, sebagai upaya optimalisasi pelayanan, kita meminta kepada Pemkab agar kiranya bisa menyediakan anggaran insentif daerah bagi para  dokter yang bertugas di PKM melalui penambahan alokasi APBD.

Bagaimana dengan kebutuhan Dokter Spesialis?

Kita juga berharap Pemkab Mesuji dapat ikut mensiasati kekurangan Dokter Spesialis ini melalui anggaran bantuan yang memang dipersiapkan untuk biaya  bagi dokter-dokter kita  yang akan melanjutkan pendidikan spesialis. Saya kira, ini adalah salah satu upaya untuk memenuhi kekurangan dokter spesialis di kabupaten ini.

Dr.Harizal Hasni adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2009. Pernah bekerja di Rumah Sakit Bayangkara Bandarlampung,  KMC Kedaton Bandarlampung dan Klinik Pusat Kesehatan Umat (PKU) Muhammadiyah Tulangbawang Barat. Saat ini, tercatat sebagai dokter fungsional di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Desa Hadimulyo Kecamatan Wayserdang.

Pewawancara: Fajar.

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*