Wawancara  Kadis PMD Mesuji Terkait Apresiasi Pemprov

MESUJI. Ada hal mengejutkan yang terungkap dalam sambutan Sekretaris Provinsi Lampung, Ir. Fahrizal Darminto, MA, saat melantik Pengurus KORPRI Kabupaten Mesuji. Hal itu berkenaan dengan penanggulangan pandemi Covid-19 yang menjadi perhatian khusus Pemprov dan melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Kabupaten Mesuji.

Di temui di kantornya, Kepala Dinas PMPD Kabupaten Mesuji, Sunardi, SE, menjelaskan hal ini pada Deteksilampung.com secara panjang lebar (23/07). Berikut petikannya:

Apa yang membuat Pemprov memiliki perhatian khusus seperti yang disampaikan Sekprov beberapa hari lalu?

Ada tiga hal. Pertama terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap 1 dan 2. Yang kedua, berkenaan dengan penyusunan Indek Desa Membangun (IDM)  Tahun 2020, sedang yang ketiga, tentang realisasi Padat Karya Tunai (PKT) penanganan dampak ekonomi akibat Covid-19. Semuanya,  kita tercepat.

Bagaimana Anda melihat hal ini?

Saya pikir ini adalah buah dari kerjasama dan kerja bersama semua pihak sesuai arahan Pak Bupati di ambang pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Bahwa kita, memang harus berupaya secara maksimal dalam melakukan pencegahan, juga penanggulangan pandemi tersebut di Kabupaten Mesuji.

Bisa dijelaskan lebih spesifik tiga hal yang mendapatkan apresiasi itu?

Kalau kita tarik ke belakang,  Ketua Gugus Tugas Kabupaten Mesuji, dalam hal ini Pak Bupati Saply, di masa awal pandemi Covid-19 telah meminta dengan tegas agar semua satuan kerja bergerak maksimal untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan. Seperti juga OPD yang lain, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) memaknainya sebagai upaya membangun gerakan bersama dengan melibatkan  semua unsur mulai dari Camat, PD,PLD, Kepala Desa, Tim Pemantau dan para relawan. Kami saling bahu-membahu melakukan pemantauan terhadap pelaku perjalanan baik yang keluar maupun masuk melalui posko-posko yang didirikan oleh Tim Gugus Tugas Desa di semua pintu masuk desa.

Melalui anggaran yang ada, desa-desa juga menyiapkan kebutuhan pencegahan dengan penyediaan masker dan handsanitizer  yang kemudian dibagikan kepada masyarakat. Saya kira, di sinillah titik pentingnya; bagaimana PMD sendiri juga berupaya agar pencairan  Dana Desa (DD) dapat tersalurkan sesuai termin guna mem-backup dan memastikan agar upaya pencegahan itu berjalan baik termasuk memastikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) bagi masyarakat yang  terdampak pandemi.

Lalu apa  korelasi antara penyaluran DD dan penanggulangan pandemi Covid-19 sehingga  Pemprov memberikan apresiasi, bukankah semua kabupaten melakukannya?

Di sisi melakukan, tentu semua memang melakukannya. Hanya saja, Kabupaten kita dinilai yang tercepat. Saya kira, hal ini karena penyaluran DD memang berimbas langsung pada masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD yang sangat membutuhkan. Kita tahu, pada  saat awal pandemi, desa-desa harus melakukan pergeseran alokasi dalam waktu relatif cepat sebab BLT ini tidak menjadi bagian dari skema anggaran sebelumnyai. Pandemi Corona datang setelah APBDes ditetapkan. Sedangkan pada saat itu, fase dan tahapan di tingkat desa sudah memasuki masa pelaksanaan. Oleh sebab itu,  desa-desa harus melakukan perubahan APBDes dengan sigap dan itu menuntut percepatan yang mendesak.

Hingga pembagian BLT berjalan sesuai rencana?

Alhamdulillah. Semua berjalan baik sesuai rencana. Kita bahkan yang melakukannya pertama kali di Lampung.

Bagaimana dengan BLT DD tahap II?

Sama. Kita juga tercepat. Baik di Lampung bahkan secara nasional.

Secara nasional?

Ya. Secara nasional.

Terkait  Indeks Desa Membangun (IDM), apa komentar Anda?

IDM adalah instrumen data terkait perkembangan status kemandirian desa sehingga sebuah desa dapat diklasifikasikan sebagai sangat teringgal, tertinggal, berkembang atau maju. Nah, terkait penanggulangan Covid-19, penyusunan instrumen ini tentu menjadi sangat penting dan kita berhasil menyelesaikannya secara cepat. Bahkan, sekali lagi, tercepat secara nasonal.

Bagaimana dengan Program Padat Karya Tunai (PKT)?

PKT juga sama. Kita tercepat secara nasional.

Apa yang akan dilakukan Dinas PMPD selanjutnya terkait semua itu?

Kita akan membentuk tim kerja guna mempertahankan sekaligus mengawal tahapan-tahapan pelaksanaan dan pengawasan penggunaan DD selanjutnya. Apalagi, pengalokasian BLT bagi masyarakat terdampak Covid-19  juga  masih akan berlangsung sampai bulan September mendatang. Sebagai Kadis PMD, saya selalu berharap dukungan dan arahan dari Pak Bupati dan Pak Sekda Mesuji, juga para Staf Ahli dan Asisen agar Kabupaten Mesuji dapat terus diperhitungkan baik dalam skala lokal maupun nasional.

Anda tampaknya begitu serius mengawal BLT DD?

Saya kira saya memang harus melakukannya.

Kenapa?

Di masa pandemi, kesuksesan pelaksanaan Dana Desa tak bisa dilepaskan dari suksesnya pengalokasian BLT. Bukan berati yang lain tidak penting, tapi ini adalah fokus kita sebab pandemi Covid-19 ini memang sudah menjadi isu nasional.

Fokus lain?

Dalam waktu dekat, kita akan melakukan program percepatan pembangunan bagi desa-desa tua dengan konsep pembangunan pastisipasif. Ada 12 desa tua yang akan menjadi fokus kegiatan di tahun 2020 dengan pola pelaksanaan  mengacu pada model pemberdayaan.

Sumber dananya dari APBD?

Betul. Dari APBD Mesuji. Dan terkait pendampingan, kita akan melibatkan profesional sesuai bidangnya.

Bukankah harus ada regulasi yang mengatur terlebih dahulu?

Bupati Mesuji sudah menerbitkan Perbup terkait hal ini. Dan Perbup dimaksud mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) tentang Pambangunan  Partisipatif yang memang sudah ada sebelum implementasi Undang-undang Desa tahun 2014. Begitu juga dengan Petunjuk Teknis Operasioanl (PTO) dan instrumen yang lain. Saya kira, mengenai pembangunan desa tua ini, kita tidak lagi berada dalam posisi sedang menunggu, tapi sudah memasuki tahapannya.

Program ini hanya untuk desa tua saja?

Ya. Hanya untuk desa tua saja dan bersifat kolalitas.

Pewawancara: Fajar

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*