Pertumbuhan Ekonomi Mesuji Diprediksi Melambat  

MESUJI. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Mesuji pada awal tahun 2020 diprediksi melambat sebesar 1,73 pesen. Hal ini terjadi akibat  pandemi Covid-19 yang  melanda semua sendi perekonomian.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mesuji, Syamsudin, S.Sos,  mewakili Bupati Mesuji dalam  Rapat Paripurna Nota Pengantar Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (KUPA-PPASP) Kabupaten Mesuji Tahun 2020 pada Selasa (18/08).

“Sebagai pembandingnya,” kata Syamsudin. “Berdasarkan data yang diolah oleh Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada Triwulan I tahun 2020 diperkirakan tumbuh pada kisaran 1,73 sampai 2 persen.”

Dalam Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Mesuji, Elfianah dan dihadiri sejumlah anggota legislatif  DPRD Kabupaten Mesuji tersebut, Syamsudin juga menyampaikan tiga subtansi dalam nota pengantar.

“Pertama, Kebijakan Pendapatan Daerah Kabupaten Mesuji sebesar Rp 805.102.286.502,89 atau turun 11,81% dari APBD murni. Kedua, Kebijakan Belanja Daerah Kabupaten Mesuji sebesar Rp 911.015.383.311,50 atau turun 2,61% dari APBD murni. Ketiga, Pembiayaan Daerah sebesar Rp 105.913.096.808,61,” papar mantan Camat Wayserdang itu.

Pada kesempatan itu, turut disampaikan program pemerintah daerah yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mesuji tahun 2020 dalam menghadapi pandemi Covid-19. Hal tersebut meliputi bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, pemulihan ekonomi, infrastruktur, perumahan dan permukiman, pendidikan, dan lain sebagainya.

“Penyusunan KUPA-PPASP ini disesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 Dalam Rangka Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan PMK Nomor 87 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Dana Insentif Daerah Tambahan Tahun Anggaran 2020,” jelasnya.

Ditegaskan mantan Kepala Dinas Pendidikan Mesuji itu, kondisi perekonomian saat ini masih dihadapkan dengan tantangan eksternal yang bersumber dari pemulihan ekonomi global yang masih terbatas, serta harga komoditas ekspor yang masih menunjukkan tren penurunan akibat adanya wabah pandemi Covid-19.

“Namun demikian, kondisi perekonomian Kabupaten Mesuji masih akan tetap tumbuh dengan dukungan berbagai sektor terutama Bidang Pertanian Sub-Sektor Tanaman Pangan,” pungkas Syamsudin.

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*