Ekbang Mesuji Akan Panggil Pengusaha

MESUJI. Terus meluncurnya harga singkong hingga menyentuh kisaran Rp. 800 per kilogram mendorong inisiatif Pemkab Mesuji memanggil perusahaan tapioka dan lapak.

Arif Arianto, S.T, M.T, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kabupaten Mesuji menegaskan hal tersebut pada Sabtu (17/10).

“Dalam waktu dekat kita akan coba undang pihak-pihak terkait untuk duduk bersama membahas harga singkong ini,” kata Arif.

Namun tentang waktu dan tempat, Arif masih belum bisa menentukan.

“Secepatnya. Dalam waktu dekat,” ujar dia.

Arif juga menyadari banyak faktor yang menyebabkan harga komoditas singkong terus mengalami tren penurunan. Salah satunya, terkait supply and demand.

“Dua hal ini tak bisa dipisahkan. Terutama berkenaan dengan kualitas singkong dan pengaruhnya terhadap harga. Termasuk jenis varietas, pola pemeliharaan, juga perlakuan,” imbuh Arif.

Terpisah, Situmeang, salah satu petani singkong yang tinggal di Simpangpematang berharap pemerintah bisa melindungi para petani dengan mengupayakan peningkatan harga pada pengusaha.

“Lapak-lapak itu bilang, harga singkong ini turun karena di pabrik sana juga turun,” ucap Situmeang.

Akibat keadaan ini, Situmeang mengaku tak bisa berbuat banyak.

“Terpaksa kita tahannya, Bang. Pusing kita oleh harga ini. Coba-coba dulu ditunggu. Siapa tau, satu dua bulan ini naiknya barang itu,” harap dia.

Laporan/Editor: Fajar

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*