Pilkada 2022? Ini Kata Elit Parpol di Mesuji

MESUJI. Masuknya draf revisi Undang-undang Pemilu dan Pilkada dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas DPR tahun 2021 mengisyaratkan kemungkinan dilaksakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2022 bagi daerah yang sudah melaksanakan Pilkada pada 2017. Imbasnya, kondisi ini juga mengharuskan partai politik di Kabupaten Mesuji untuk mempersiapkan diri sebab wilayah ini telah melaksanakan Pilkada pada 2017 lalu. Pertanyaan tersisa selanjutnya; sejauh mana kesiapan itu?

“Partai Golkar selalu siap!” kata Ketua DPD II Partai Golkar Mesuji, Winarno, melalui sambungan telpon pada Senin (25/01/20).

Winarno

Menurut pria yang karib disapa Mas Wini ini, kesiapan tersebut termasuk memobilisasi kader terbaik untuk membangun Kabupaten Mesuji lebih baik ke depan.

“Jika Pilkada benar-benar dilaksanakan pada 2022 maka Pemerintah Daerah perlu segera mempersipakan alokasi perhelatan itu dan  melalui Fraksi kita di DPRD, Golkar akan  mendorong pengangaran tersebut sesuai kebutuhan KPU dan Bawaslu,” tambah Mas Win.

Jhon Tanara, S.T

Hal senada juga disampiakan Sekretaris  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mesuji, Jhon Tanara, S.T,   yang mengaku PKB tak ada soal untuk berkompetisi atau berkoalisi meski sejauh ini belum ada pembahasan secara khusus di internal.

“Sifatnya masih wait and see,” kata Jhon .

Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mesuji, Untung Supriadi, setali tiga uang.

Untung Supriadi

“Tak ada masalah,” kata Untung. “Mengingat masa jabatan Bupati Mesuji juga habis pada tahun yang sama. PPP selalu siap menjadi mitra koalisi.”

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Mesuji, Mat Nur, AS, menyampaikan hal yang agak berbeda.

“Secara pribadi saya  lebih setuju Pilkada dilaksanakan pada 2024, berbarengan dengan Pemilu Legislatif, tapi andai memang harus 2022, PAN Mesuji tentu  akan mempersiapkan diri bahkan untuk menjadi kompetitor,” ujar Mat Nur.

Mat Nur, A S

Beberbeda dengan Mat Nur, Sekretaris DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerinda) Kabupaten Mesuji, Iwan Setiawan, S.E, M.M, mengemukakan sikap lebih lugas.

“Apapun itu, kalau sudah  ketentuan Undang-undang, siap tidak siap, ya harus siap!” demikian ucap Iwan.

Iwan Setiawan, S.E, M.M

Sementara itu Sekretaris DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mesuji, Desta Ardiyanto, bersikap lebih diplomatis.

“RUU ini kan masih dalam pembahasan, jadi  kami tidak mau berandai-andai. Kami mempercayakan semua keputusan pada sikap partai di DPR RI,” ungkap Desta.

Dikatakan Desta, yang  terpenting saat ini adalah melakukan konsolidasi untuk menghadapi semua kemungkinan sekaligus mempersiapkan kemenangan bagi rakyat karena Partai Politik sejatinya harus bisa menampilkan wajah yang membangun  keberpihakan atas apa yang dihadapi rakyat.

Desta Ardiyanto

“Karena itu, kami lebih  fokus  pada upaya peroganisiran dan advokasi agar jarak  antara  masyarakat dan Parpol memiliki  tarikan nafas yang sama yaitu Pancasila,” pungkas Desta

Dilansir dari CNN Indonesia,  merujuk pada  Pasal 731 Ayat (2) draft UU Pemilu dan Pilkada, Pilkada tahun 2022 akan diikuti oleh 101 daerah yang menggelar pilkada pada 2017 termasuk Kabupaten Mesuji. Namun  demikian, ketetapan  tentang tanggal dan bulan hari pemungutan suara baru akan dibicarakan setelah draf  disahkan menjadi Undang-undang.

Laporan: FajarMesaz

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*